Orang tuamu meninggal karena ulahmu! Ini semua salahmu karena begitu egois!
Setelah kehilangan orang tuanya dalam kecelakaan kereta kuda, Zoia muda tumbuh dengan kata-kata beracun itu yang terus-menerus dijejalkan ke dalam dirinya oleh keluarga pamannya, membebaninya dengan rasa bersalah yang mendalam. Kehilangan seluruh warisannya, wanita muda yang dulunya bangsawan itu akhirnya menjadi pelayan biasa di rumah besar keluarganya sendiri. Zoia mencapai usia dewasa sepenuhnya sendirian, tanpa siapa pun untuk diandalkan dan tanpa siapa pun untuk melindunginya. Saat keputusasaan yang tak henti-hentinya menghancurkan semangatnya, ia akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Namun dalam sekejap mata, takdir melemparkannya kembali sepuluh tahun ke masa lalu. Ia terbangun tepat pada hari pemakaman orang tuanya. Dan di sana, terisak-isak tak terkendali di samping peti mati, adalah—dirinya yang lebih muda. Dihantui oleh tragedi yang menanti masa depannya, sebuah pikiran gelap terlintas di benak Zoia. Jika aku membunuh gadis kecil ini sekarang juga… neraka dunia itu tidak akan pernah terjadi. Namun saat ia menatap mata kecil yang berlinang air mata itu, gelombang kenangan tiba-tiba membanjiri dadanya. Seandainya saja seseorang mengulurkan tangan untuk menyelamatkanku saat itu… Saat itu juga, Zoia membuat pilihannya. Tidak ada yang datang untuk menyelamatkannya saat itu, tetapi kali ini, ia akan menyelamatkan dirinya di masa lalu dengan kedua tangannya sendiri.




Comment